
68 Mahasiswa MAP USK Ikuti Program Transfer Kredit ke UPSI Malaysia
Banda Aceh – Sebanyak 68 mahasiswa Program Studi Magister Administrasi Pendidikan (MAP) Universitas Syiah Kuala (USK) mengikuti program transfer kredit ke Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia. Kegiatan ini berlangsung selama sembilan hari, mulai 18 hingga 26 Januari 2026, sebagai bagian dari upaya internasionalisasi dan penguatan kerja sama akademik antara kedua institusi.
Rombongan mahasiswa bertolak dari Banda Aceh menuju Malaysia pada 18 Januari 2026 menggunakan maskapai Air Asia (AK 420). Setibanya di Malaysia, para mahasiswa langsung memulai rangkaian kegiatan akademik dan kunjungan institusional yang telah dijadwalkan.
Pada 19 Januari 2026, peserta mengunjungi Fakulti Pembangunan Manusia UPSI, Sekolah Rendah Sri Budiman, serta Perpustakaan UPSI. Kunjungan ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa terkait sistem pendidikan dasar dan pengelolaan institusi pendidikan di Malaysia.

Kegiatan akademik intensif dimulai pada 20 Januari 2026 melalui sesi kuliah bertajuk “Pelaksanaan Pengajaran Sejarah” bersama Dr. Shakila binti Che Dahalan. Pada hari yang sama, mahasiswa juga mengikuti seminar bersama Dr. Siti Noranizahhafizah binti Boyman yang membahas isu-isu kontemporer dalam pendidikan.
Selanjutnya, pada 21 Januari 2026, mahasiswa mengikuti International Joint Seminar dan Kolokium bersama Dr. Sathish Rao A/l Appalanaidu. Forum ilmiah ini menjadi wadah diskusi dan pertukaran gagasan terkait pengembangan administrasi dan manajemen pendidikan dalam konteks global.

Pada 22 Januari 2026, rombongan melakukan kunjungan edukatif ke Institut Aminuddin Baki di Genting Highlands, sebuah institusi ternama dalam pengembangan kepemimpinan pendidikan di Malaysia. Kunjungan ini memberikan pengalaman langsung mengenai sistem pelatihan dan pengembangan profesional bagi pimpinan sekolah.
Memasuki 23 Januari 2026, mahasiswa mengikuti sesi kuliah “Pembangunan Belajar Mengajar Melalui Pendekatan AI” bersama Dr. Romarzila Binti Omar. Materi ini menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam mendukung inovasi pembelajaran di era digital.
Pada 24 Januari 2026, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah bertema “Pentaksiran Alternatif dalam Pendidikan” yang disampaikan oleh Prof. Dr. Nordin Bin Mamat. Sesi ini membahas berbagai model evaluasi pembelajaran yang inovatif dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, pada 25 Januari 2026 mahasiswa melaksanakan sesi refleksi atas seluruh aktivitas akademik yang telah diikuti, sekaligus melakukan kunjungan ke Kuala Lumpur dan ikon kota, KLCC, sebagai bagian dari pengenalan budaya dan lingkungan Malaysia.
Program transfer kredit ini resmi berakhir pada 26 Januari 2026, ditandai dengan kepulangan rombongan ke Banda Aceh menggunakan Air Asia (AK 421).
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa MAP USK memperoleh pengalaman akademik internasional, memperluas jejaring global, serta meningkatkan kompetensi profesional di bidang administrasi dan manajemen pendidikan. Program ini juga menjadi wujud komitmen USK dalam mendorong kolaborasi internasional dan peningkatan mutu pendidikan tinggi.
No responses yet